Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyambut baik terbentuknya organisasi yang menaungi para peternak ayam petelur di daerah ini. Menurutnya, keberadaan asosiasi akan memudahkan koordinasi dan penyampaian aspirasi peternak kepada pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Bupati berjanji akan segera memanggil para pemilik SPPG untuk menindaklanjuti aspirasi para peternak.
Ia menegaskan bahwa SPPG di Sinjai harus memberikan ruang kepada peternak lokal untuk menjadi pemasok telur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kita ingin kebutuhan telur untuk Program MBG dipenuhi oleh peternak lokal agar manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat Sinjai,” tegasnya.
Bahkan, Bupati memberikan peringatan tegas kepada pengelola SPPG agar mematuhi kebijakan tersebut. Jika ada SPPG yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah daerah untuk bermitra dengan peternak lokal, maka izin operasionalnya dapat dievaluasi hingga dicabut.
Selain itu, Bupati juga meminta dilakukan pemetaan terhadap kapasitas produksi telur peternak lokal agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan telur yang dibutuhkan oleh seluruh SPPG di Kabupaten Sinjai.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi peternak ayam petelur yang tengah menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan harga telur, sekaligus memastikan program MBG mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sinjai. (Iz)

