Harga Telur Terjun Bebas, Bupati Sinjai Ultimatum SPPG Wajib Gandeng Peternak Lokal

Ramzy
Ramzy 14 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, SINJAI - Di tengah meroketnya harga pakan ternak, peternak ayam petelur di Kabupaten Sinjai justru dihadapkan pada kenyataan pahit: harga telur terus merosot.

Kondisi ini membuat para peternak kian terjepit dan terancam merugi. Mencari jalan keluar, mereka pun membawa keluhan tersebut langsung ke hadapan Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif.

Keluhan itu disampaikan oleh Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sinjai saat melakukan audiensi dengan Bupati Sinjai di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (16/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para peternak didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan H. Burhanuddin serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai Syamsul Alam. Bupati juga didampingi Kepala Bappeda Sinjai Haerani Dahlan.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sinjai, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa anjloknya harga telur di pasaran tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pakan ternak yang mengalami kenaikan.

Menurutnya, salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah membangun kemitraan antara peternak lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sinjai.

"Alhamdulillah, kami mendapat respons yang sangat baik dari Ibu Bupati. Beliau akan memfasilitasi pertemuan dengan pemilik SPPG untuk membahas peluang kerja sama ini," ujar Jamaluddin.

Ia berharap seluruh SPPG di Sinjai dapat mengutamakan produk telur dari peternak lokal sehingga tercipta kepastian pasar dan harga yang lebih stabil bagi peternak, meskipun harga telur di pasaran sedang mengalami penurunan.

Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyambut baik terbentuknya organisasi yang menaungi para peternak ayam petelur di daerah ini. Menurutnya, keberadaan asosiasi akan memudahkan koordinasi dan penyampaian aspirasi peternak kepada pemerintah.

Baca juga :  Etos Kerja PPPK Disorot di Puncak Peringatan HAB ke-79 Kemenag Pinrang

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Bupati berjanji akan segera memanggil para pemilik SPPG untuk menindaklanjuti aspirasi para peternak.

Ia menegaskan bahwa SPPG di Sinjai harus memberikan ruang kepada peternak lokal untuk menjadi pemasok telur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Kita ingin kebutuhan telur untuk Program MBG dipenuhi oleh peternak lokal agar manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat Sinjai," tegasnya.

Bahkan, Bupati memberikan peringatan tegas kepada pengelola SPPG agar mematuhi kebijakan tersebut. Jika ada SPPG yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah daerah untuk bermitra dengan peternak lokal, maka izin operasionalnya dapat dievaluasi hingga dicabut.

Selain itu, Bupati juga meminta dilakukan pemetaan terhadap kapasitas produksi telur peternak lokal agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan telur yang dibutuhkan oleh seluruh SPPG di Kabupaten Sinjai.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi peternak ayam petelur yang tengah menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan harga telur, sekaligus memastikan program MBG mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sinjai. (Iz)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!