PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Hujan mengguyur Kota Makassar sejak subuh, Rabu (18/02/2026). Langit kelabu seolah menjadi latar syahdu bagi perayaan Imlek 2577/2026 yang digelar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf. Namun rintik yang tak henti turun itu tak sedikit pun menyurutkan langkah para undangan.
Berdasarkan undangan, acara baru dimulai pukul 10.00 WITA. Tetapi sejak sebelum waktu yang ditentukan, satu per satu tamu sudah berdatangan. Mereka hadir dengan senyum hangat, mengenakan busana bernuansa merah dengan ornamen kuning keemasan—warna yang identik dengan harapan, kemakmuran, dan keberuntungan.
Yang hadir bukan hanya warga Tionghoa. Warga pribumi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan berbagai organisasi turut memadati ruangan. Tak ada sekat, tak ada jarak. Semua berbaur dalam suasana yang akrab dan bersahaja pada perayaan bertajuk “Imlek Bersama Warga Tionghoa Makassar” dengan tema besar “Harmoni Imlek Nusantara.”
Momentum paling menarik justru terjadi bukan saat sambutan, melainkan ketika panitia mengumumkan bahwa para tamu dipersilakan menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Seketika suasana berubah menjadi lebih cair. Barisan tamu mengalir rapi menuju meja-meja prasmanan. Di sanalah harmoni itu benar-benar terasa. Warga Tionghoa dan pribumi berdiri berdampingan, memilih makanan dengan santai, saling menyapa, bahkan bercanda kecil sembari menunggu giliran.
Tidak ada kecanggungan. Tidak ada batas sosial. Yang tampak hanyalah kebersamaan.
Beberapa ibu-ibu dengan balutan cheongsam merah tersenyum ketika seorang bapak bersarung dan berpeci mempersilakan mereka lebih dahulu mengambil hidangan. Di sudut lain, sekelompok anak muda saling berbagi cerita sambil memegang kantong plastik yang sama-sama terisi aneka sajian khas Imlek.

