Ajeng mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti ajang Duta Budaya berangkat dari keprihatinannya terhadap berbagai kekayaan budaya Sinjai yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, Kabupaten Sinjai memiliki segudang potensi budaya, tradisi, dan destinasi wisata yang layak diperkenalkan hingga ke tingkat yang lebih luas. Karena itu, ia ingin mengambil peran sebagai generasi muda yang ikut menjaga sekaligus mempromosikan warisan daerah.
“Saya melihat masih banyak budaya di Sinjai yang kurang dilirik. Sebagai Duta Budaya, saya ingin memperkenalkan lebih dalam tentang budaya, tradisi, dan wisata yang kita miliki agar semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap keberadaan para Duta Budaya dapat menjadi garda terdepan dalam mengangkat citra budaya daerah sehingga mampu menarik perhatian masyarakat, wisatawan, hingga generasi muda untuk lebih mencintai warisan leluhur.
“Semoga ke depan budaya, tradisi, dan wisata Sinjai semakin dikenal oleh banyak orang dan semakin dicintai oleh generasi muda,” harap putri dari Pasangan Muh. Yusuf dan Yuyun Handayanan.
Sementara itu, Grand Final Pemilihan Duta Budaya Kabupaten Sinjai 2026 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Andi Mandasini Saleh, yang hadir mewakili Bupati Sinjai.
Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi duta pelestari budaya, penjaga identitas daerah, dan ujung tombak promosi pariwisata Kabupaten Sinjai di masa depan. Dengan munculnya sosok muda seperti Trisha Putri Ajeng, harapan akan tetap berkibarnya panji budaya Sinjai di tengah arus modernisasi kian menyala terang. (Iz)

