Jakarta Lawan Hoaks Dapat Pengakuan Global, Edukasi Digital Terus Digenjot Pemprov DKI

Ramzy
Ramzy 285 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

“Teknologi itu memudahkan, tapi jangan disalahgunakan. Harus tetap berdasarkan fakta dan kondisi nyata,” katanya.

Komitmen Kominfotik Perangi Disinformasi

Sementara itu, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, membawa peluang sekaligus tantangan besar, termasuk meningkatnya hoaks dan disinformasi.

Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, terus memperkuat ketahanan informasi melalui berbagai inovasi, seperti pengembangan portal Satu Data Jakarta, aplikasi JAKI, serta layanan Jakarta Lawan Hoaks yang berfungsi sebagai pusat verifikasi informasi.

“Laporan warga bukan sekadar data administratif, tetapi amanah publik yang harus divalidasi secara nyata. Karena itu, kami memperkuat sistem verifikasi berbasis AI dan mekanisme check and balance,” ujarnya.

Selain itu, perluasan akses internet melalui JakWiFi dan pemasangan ribuan CCTV juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang aman dan transparan.

Edukasi dan Kolaborasi

Program Jakarta Lawan Hoaks disebut tidak hanya berperan sebagai pemeriksa fakta, tetapi juga sebagai edukator publik.

Bahkan, inisiatif ini telah mendapat pengakuan internasional melalui nominasi ajang World Summit on the Information Society (WSIS) yang diselenggarakan oleh PBB.

Melalui kegiatan Jakarta SOLID, masyarakat diajak untuk memahami cara sederhana memverifikasi informasi serta melindungi keluarga dari dampak negatif dunia digital.

“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tapi juga membangun kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial,” kata perwakilan Kominfotik.

Penutup dan Apresiasi

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Wali Kota Jakarta Timur menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan seminar.

Webinar ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika di tengah derasnya arus informasi di era kecerdasan buatan. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Peduli Terhadap Keselamatan Warga, Personel Polsubsektor Kepulauan Sangkarrang Bantu Penumpang Turun dari Kapal di Dermaga
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!