“Jangan Gengsi Meniru”: Langkah SDN 28 Tumampua II Pangkep Menimba Ilmu di Perpustakaan Annahl ​

Ramzy
Ramzy 138 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Suasana di UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar tampak lebih hangat dari biasanya pada Selasa pagi, 19 Mei 2026. Kepala Sekolah, Fahmawati Fahruddin Djalle, dengan senyum sumringah menyambut kedatangan tamu istimewa dari Kabupaten Pangkep. Sebanyak delapan orang rombongan dari UPT SDN 28 Tumampua II melangkah masuk, dipimpin langsung oleh kepala sekolah mereka, Amiruddin Rauf, S.Pd, M.Pd.

​Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi penting: melakukan Study Tiru pengelolaan perpustakaan. Bagi Amiruddin Rauf, ini adalah kunjungan resmi pertamanya di Kota Makassar. Selama beberapa pekan terakhir, ia disibukkan dengan pencarian sekolah yang tepat untuk dijadikan kiblat. Targetnya jelas, mencari sekolah dengan perpustakaan berakreditasi A nasional. Dan radar pencariannya berhenti di SDN Kompleks Sambung Jawa.

​”Untuk meraih akreditasi A, kita harus melihat dulu bagaimana wujud nyata dari perpustakaan yang sudah berakreditasi A,” ujar Amiruddin dengan nada optimis.

​Bagi SDN 28 Tumampua II, mengelola perpustakaan saat ini mendatangkan tantangan tersendiri yang cukup membuat kepala pusing. Sebagai sekolah unggulan di Pangkep dengan total 620 siswa dan langganan juara di berbagai perlombaan, mereka terkendala fasilitas ruang. Semua ruangan di lantai dasar telah terpakai penuh, memaksa ruang perpustakaan mereka harus ditempatkan di lantai dua.

​Tantangan fisik inilah yang membawa mereka berkonsultasi langsung. Di sana, Hartina Namran yang hadir mewakili Dinas Perpustakaan Kota Makassar memberikan catatan penting. Menurut Hartina, syarat utama perpustakaan sekolah idealnya berada di lantai dasar dan dekat dengan ruang kelas agar mudah diakses oleh anak-anak. Namun, esensi perpustakaan jauh lebih luas dari sekadar letak geografis gedung. “Perpustakaan adalah wadah dari semua kegiatan sekolah. Di dalamnya, ada ruang multimedia dan juga ruang seni,” jelas Hartina.

Baca juga :  Pasca Bencana di Lanrisang, Bupati Pinrang Serahkan Bantuan Tunai kepada Warga Terdampak

​Mendengar dinamika tersebut, Kepala SDN Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati Fahruddin Djalle, menyambutnya dengan tangan terbuka dan berbagi pengalaman berharga. Ia mengaku sangat tersanjung karena sekolahnya dianggap sebagai teladan yang baik. Dengan bijak, Fahmawati membesarkan hati para tamunya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!