Sementara itu, Ketua Kloter 5 UPG, H. Sadli, mengaku kehilangan atas wafatnya salah satu anggota rombongannya yang baru beberapa hari tiba di Madinah.
“Ini menjadi ujian pertama bagi kami di kloter. Meski demikian, kami ikhlas dan meyakini ini adalah ketentuan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga telah dihubungi dan menyatakan menerima dengan lapang dada kepergian almarhumah.
“Seluruh jemaah Kloter 5 UPG akan melaksanakan salat gaib. Kami juga memohon doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” katanya.
Almarhumah meninggalkan dua orang putra, masing-masing Aris dan Budi, yang telah beranjak dewasa.
Jenazah telah dishalatkan di Raudhah usai salat subuh dan dihadiri ratusan ribu jemaah yang turut mendoakan.
Di mata keluarga dan kerabat, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang sabar dan ramah. Suasana duka menyelimuti kediamannya di Perumahan Minasa Indah, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Pihak keluarga pun menyatakan ikhlas atas kepergian almarhumah dan berharap mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. (Hdr)

