Sementara itu, Kadis TPHP Sinjai H. Kamaruddin memberi apresiasi terhadap inovasi Bumdes Matajang yang melaksanakan usaha pengembangan jagung.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemkab Sinjai dalam rangka mencapai target swasembada jagung.
“Pengembangan jagung ini juga merupakan program dari Kementerian Pertanian yang selama ini banyak memberikan bantuan bibit jagung,” jelasnya.
Pihaknya juga merasa bersyukur karena produksi yang dihasilkan bisa mencapai 12 ton per hektar. Jumlah ini dinilai sangat tinggi terlebih harga jagung sekarang berkisar 3.500 hingga 5.000 rupiah per kilogram.
“Komoditi jagung selama dua tahun terakhir ini sudah mulai diminati oleh petani karena harganya selalu stabil. Jika hasil produksi 8 ton per hektar dengan harga 4 ribu rupiah/kg maka hasil penjualan bisa mencapai 32 juta per hektar,” bebernya.
Iapun berharap dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bumdes Matajang ini bisa mendorong bagi petani lain untuk memanfaatakan lahannya dengan mengembangkan komoditi jagung. (adz)

