Kata Sebagai Senjata, Puisi Rusdin Tompo (Bag 4): Lurah Baik Tak Bernasib Baik

Rusdy
Rusdy 256 Pembaca
1 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : Mahrus Andis, kritikus sastra tinggal di Bulukumba

Menilik tahunnya, puisi berjudul Lurah Baik tak Bernasib Baik tersebut ditulis Rusdin Tompo di era Makassar berbenah menjadi kota seni-arsitektural: Kota sebagai sentra peradaban milenial di wilayah selatan Pulau Sulawesi.

Namun, rupanya gagasan ini menjadi kandas di sebuah pencitraan, paling tidak, di sudut pandang seorang penyair. Karena itu, Rusdin menulis:

“Makassar metropolitan semakin megah/

tapi warga banyak yang kalah/

mereka tak terkerek hitungan/

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Pimpin Rakor Satgas Kebersihan, Lurah Jongaya : Kedepankan Kerjasama Tim dan Tetap Jaga Semangat
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!