Kata Sebagai Senjata, Puisi Rusdin Tompo (Bag 5): Lurah Baik Tak Bernasib Baik

Rusdy
Rusdy 255 Pembaca
1 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Dan bagi penyair, rupanya inilah ekspresi manajerial seorang pemimpin yang bertangan besi. Pengendali hukum begitu merdeka mengetukkan palu kekuasaannya, seperti yang terbaca di bait terakhir puisinya ini:

“begitulah hukum besi kekuasaan/

loyalitas adalah harga yang tak boleh ditawar/

siapa mengabdi siapa menjadi apa :

orang baik tak selalu bernasib baik.”

(KsS, Judul: Lurah Baik Tak Bernasib Baik, 2018, hal. 3-4)

Bulukumba, 2022

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Taekwondo Indonesia Pengprov Sulsel Persiapkan Diri Gelar Diklat Wasit dan Rapat Kerja Pengurus
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!