PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM) memperingati Hari Kartini 2026, Selasa (21/4), melalui gerakan budaya bertajuk P2TM Kebaya Series. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam mengangkat peran perempuan sebagai penjaga sekaligus penggerak pelestarian budaya di tengah arus modernitas.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum sekaligus pendiri Ir. Arwan Tjahjadi, rangkaian kegiatan digelar di sejumlah ikon Kota Makassar, seperti Galeri Roemah Kebaya, Kapal Phinisi, Hotel Losari Beach, dan Museum Kota Makassar. Pemilihan lokasi tersebut mencerminkan nilai sejarah, identitas, dan semangat pelestarian budaya yang diusung.
Perempuan dari berbagai generasi turut ambil bagian dengan mengenakan kebaya peranakan yang sarat nilai historis dan filosofi. Kehadiran lintas usia ini menjadi simbol kesinambungan budaya, sekaligus menegaskan relevansi semangat Kartini dalam setiap fase kehidupan perempuan Indonesia.
Kebaya ditampilkan bukan sekadar busana, melainkan simbol keanggunan, kesantunan, dan kekuatan perempuan dalam menjaga jati diri bangsa. Melalui gerakan ini, P2TM menegaskan bahwa identitas budaya merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan yang adaptif namun tetap berakar kuat.
Peggy Lisal, mengungkapkan antusiasmenya saat mengikuti sesi pemotretan. “Berada di tengah suasana pemotretan ini membuat saya semakin bangga mengenakan kebaya. Ini bukan hanya tentang tampil anggun, tetapi tentang membawa semangat perempuan Indonesia yang kuat, berani, dan mencintai budayanya. Saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar: melestarikan identitas kita untuk generasi berikutnya,” ujarnya penuh semangat.
