Komunikasi itu sangat vital. Ibarat aliran darah dalam tubuh manusia. Jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal.
Kemudian jenderal itu menyebutkan beberapa nama adik asuhnya. Mereka bakal memimpin di satuan strategis yang butuh sentuhan komunikasi.
“Setelah Hari Raya Idul Adha saya akan mengenalkan Pak Aqua ke mereka. Harapan saya adik-adik itu mau mendalami komunikasi pada bapak karena pasti sangat bermanfaat buat mereka dalam mensukseskan tugas- tugasnya,” tambah jenderal yang energik tersebut. Karena niatnya sangat baik dan tujuannya positif sekali, saya menyatakan siap.
Sambil dalam hati berniat mau belajar pada adik-adiknya itu. Saya yakin banyak pelajaran berharga yang bakal saya dapatkan dari mereka. Serahkan pada Ahlinya.
Realita selama ini seperti yang disampaikan jenderal itu. Banyak orang yang ahli dalam bidangnya namun lemah kemampuan komunikasinya.
Kondisi itu diperparah dengan sebagian dari mereka yang sikapnya kurang rendah hati. Tidak mau menerima masukan dari orang lain. Merasa paling hebat sendiri.
Akibatnya mereka rugi sendiri. Semua keahliannya tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Ada hambatan yang secara signifikan berpengaruh pada kelancaran tugas-tugasnya.
Akhirnya mempengaruhi karirnya secara keseluruhan. Padahal agama sudah mengingatkan, segala sesuatu serahkan pada ahlinya. Jika tidak tunggulah kehancurannya.
Untuk sukses belajar komunikasi awali dengan niat yang baik yang diiringi sikap rendah hati. Dengan begitu belajar pada siapa pun yang memang ahlinya, insya ALLAH sukses. Aamiin ya robbal aalamiin…
Aamiin ya robbal aalamiin. Dari Bogor saya ucapkan selamat terus-menerus belajar komunikasi untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan.
(**penulis, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional).
