Kemenag Sulsel Siapkan Ratusan Rumah Ibadah Jadi Pos Istirahat Pemudik

Ramzy
Ramzy 521 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H Ali Yafid mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 Hijriah agar tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan selama perjalanan. Ia menyebutkan ratusan rumah ibadah di Sulsel telah disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Ali Yafid saat memimpin rapat koordinasi menjelang libur Lebaran bersama seluruh jajaran Kementerian Agama Sulawesi Selatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, apabila pemudik merasa lelah di tengah perjalanan, mereka dapat memanfaatkan rumah ibadah yang berada di sepanjang jalur utama mudik untuk beristirahat. Menurutnya, rumah-rumah ibadah tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam selama masa arus mudik maupun arus balik.

Kakanwil Kemenag Sulsel juga mengungkapkan, saat ini terdapat 517 rumah ibadah yang telah terdaftar dan menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 492 masjid di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Selain rumah ibadah, urainya, sejumlah madrasah serta Kantor Urusan Agama (KUA) yang berada di sepanjang jalur utama pemudik di berbagai daerah juga disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung.

Rumah ibadah yang tersebar di sepanjang jalur mudik nasional, kata dia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan, diharapkan dapat menjadi tempat singgah sementara bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh. Kehadiran posko mudik di rumah ibadah ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.

Ali Yafid kembali menegaskan kepada seluruh jajarannya di satuan kerja kabupaten dan kota agar terus memantau kesiapan rumah ibadah yang berada di jalur mudik. Ia meminta agar seluruh fasilitas benar-benar siap melayani pemudik, termasuk memastikan penanda lokasi seperti baliho atau spanduk “Ramah Pemudik” terpasang di tempat yang mudah terlihat.

Baca juga :  Wakil Bupati Toraja Utara Frederik V Palimbong Terima Dua Penghargaan

Menurutnya, rumah ibadah yang menjadi bagian dari program tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam karena pemudik datang secara bergantian sepanjang waktu.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!