4.Rukun dengan teman. Anak hebat itu menebar perdamaian, bukan menciptakan permusuhan. Di sekolah tidak boleh ada perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, karena sekolah adalah rumah kedua kita.
5.Mencintai tanah air Indonesia. Jaga lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di sekitar, hargai perbedaan dalam berteman, serta jaga persatuan karena itulah kekuatan bangsa kita.
Seperti lirik lagu “Tanah Airku” karya Ibu Soed: “Tanahku yang kucintai, engkau,
kuhargai…”, mari kita tunjukkan cinta pada tanah air melalui tindakan nyata sehari-hari.
Anak-anakku yang saya banggakan, Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil dan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.
Oleh karena itu, saya kembali mengingatkan pentingnya melaksanakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Apa saja itu? “Bangun pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan sehat dan bergizi, Gemar belajar, Bermasyarakat, dan Tidur cepat!”
Anak-anakku yang saya banggakan, Pada 28 Maret 2026, merupakan awal penerapan pembatasan usia anak dalam mengakses platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau PP Tunas.
Karena itu, pastikan kita mengunakan gawai atau gadget dengan bijak melalui prinsip 3S:
Pertama, Screen Time – batasi waktunya, karena waktu kalian terlalu berharga untuk habis hanya di layar. Gunakan secukupnya, agar kalian tetap punya waktu untuk belajar dan bermain bersama teman.
Kedua, Screen Zone – gunakan di tempat yang tepat, karena tidak semua tempat adalah tempat untuk bermain gadget. Saat belajar, saat bersama keluarga, dan saat berbicara dengan orang lain, berikan perhatian penuh, itu tanda menghargai.
Ketiga, Screen Break – jangan lupa istirahatkan mata dan tubuh, karena ada banyak hal seru di dunia nyata yang tidak bisa kalian rasakan dari layar, seperti tertawa bersama teman dan menghabiskan waktu dengan keluarga.
Bapak/Ibu Guru yang saya hormati, Mari kita terus menjadi teladan bagi anak-anak kita. Karena anak-anak belajar bukan hanya dari apa saja yang kita ajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan mereka rasakan setiap hari.
Keteladanan, kesabaran, dan perhatian Bapak/Ibu adalah kunci dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Akhirnya, saya berharap kalian semua menjadi generasi yang hebat yaitu generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” kata Menteri Abdul Mu’ti.
Ketika saya katakan…“Anak Indonesia Hebat!” mari jawab dengan…
“Sehat, Cerdas, Berkarakter!”
Kita coba bersama…
Anak Indonesia Hebat!
SEHAT, CERDAS, BERKARAKTER! (re)

