Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur

Ramzy
Ramzy 282 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya. Ia menegaskan, momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas se-Indonesia, Mentan Amran secara langsung menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia juga mengevaluasi progres cetak sawah per provinsi dan meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026. Mentan Amran menegaskan bahwa daerah yang tidak menunjukkan keseriusan akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan.

“Bapak-Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bapak-Ibu adalah pahlawan pangan yang membuat bangsa Indonesia terangkat di tingkat nasional dan global. Indonesia terhormat karena mencapai swasembada dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ke depan kita akselerasi. Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya, Menteri yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri yang tanggung jawab,” kata Mentan Amran dalam Rakornas yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan bahwa cetak sawah merupakan fondasi keberlanjutan swasembada. Tahun lalu cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan 250 ribu hektare. Jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, menurutnya, swasembada pangan dapat berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” ujarnya.

Mentan Amran juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras. Berdasarkan data yang dipantau harian, pengadaan beras pada Januari meningkat tajam sebesar 78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyebut, jika tren kenaikan tersebut konstan dalam tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton

Baca juga :  Dekranasda Sinjai Serahkan Bantuan Mesin Jahit ke Kelompok Kerajinan Rajut, Ini Harapannya

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!