Ujian ini juga menjadi bagian dari asesmen pembelajaran siswa dalam fase E mata pelajaran Seni Budaya, khususnya kompetensi seni tari. Hasilnya akan tercatat dalam rapor semester ganjil.
Namun, di balik semaraknya pertunjukan, ada tantangan besar yang diungkapkan Nurhikmah yaitu, rendahnya minat generasi Z terhadap tari tradisional.
“Mereka sebenarnya tahu, bahkan mudah mencari informasi dengan teknologi. Tapi di era 5.0 ini, viralitas menjadi kebutuhan utama, sehingga tradisi sering kali terabaikan,” tuturnya.
Kegiatan praktek seni budaya ini membuktikan, seni tradisional tetap relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga membangun karakter siswa, sekaligus mengasah keterampilan hidup yang berguna di masa depan.(Hdr)

