Ketika Buku yang Mencari Pembaca: Lingkar Kecil yang Menolak Sepi di Rumah Buku SaESA

Ramzy 374 Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA – Sore tidak lagi sekadar peralihan waktu. Ia berubah menjadi ruang temu yang sengaja dirawat. Di halaman Bookmerchs, lingkar kecil itu terbentuk—bukan karena kebetulan, tetapi karena kesadaran yang perlahan tumbuh: bahwa membaca tidak cukup dilakukan sendiri, ia perlu dipertemukan.

Lingkar Baca Rumah Buku SaESA hadir tanpa gegap gempita. Tidak ada panggung, tidak ada jarak. Hanya buku, rumput sederhana, dan orang-orang yang memilih duduk melingkar. Di situlah literasi menemukan dirinya—ia kembali ke bentuk paling jujur: percakapan.

Eva, fasilitator kegiatan, tidak banyak memberi instruksi. Ia justru menegaskan sesuatu yang sering dilupakan: merawat yang seharusnya dirawat, menjaga yang seharusnya dijaga. Kalimat itu tidak terdengar seperti slogan, melainkan seperti pengingat bahwa ruang literasi bisa hilang bukan karena tidak ada buku, tetapi karena tidak ada yang mau tinggal.

Program “April Bulukumba Membaca” di Bontonyeleng menemukan bentuk lain melalui Lingkar Baca. Ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan lanjutan dari denyut yang sudah lama dihidupkan oleh Rumah Buku SaESA. Ada kesinambungan yang tidak dipaksakan—ia mengalir dari pertemuan ke pertemuan, dari satu pembaca ke pembaca lain.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version