Usai shalat, mimbar khutbah diisi oleh Drs. Andi Surya Ramadhani, SAg. yang membawakan pesan mendalam mengenai esensi hari kemenangan. Dalam uraiannya, ia memberikan peringatan keras agar umat Muslim tidak menjadi golongan yang merugi—mereka yang menunaikan puasa namun tidak mendapatkan apa pun di hadapan Allah selain rasa lapar dan dahaga akibat hilangnya esensi kesabaran dan pengendalian diri.
Lebih lanjut, khatib menekankan pentingnya adab dan bakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu yang merupakan pintu surga. Beliau menyitir ayat suci Al-Qur’an sebagai pedoman utama untuk memperlakukan orang tua dengan kemuliaan tertinggi. Khatib mengingatkan agar sekali-kali jangan mengatakan “Ah” atau “Uh” kepada mereka, melainkan perlalukanlah orang tua dengan sebaik-baiknya perlakuan sebagaimana perintah agama.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi saat diwawancarai oleh awak media mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan bagian tak terpisahkan dari eksistensi kantornya di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa meski Pertamina memiliki tanggung jawab pokok dalam mendistribusikan energi ke seluruh pelosok Sulawesi, namun aspek sosial dan keagamaan tetap menjadi prioritas perusahaan.
Kepada jurnalis, ia memaparkan bahwa penyelenggaraan Shalat Ied, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, telah menjadi tradisi tahunan yang dipersiapkan dengan matang di pelataran Kantor Jalan Garuda. “Ini adalah komitmen kami untuk hadir secara utuh bagi warga sekitar. Kami ingin kantor ini tidak hanya menjadi tempat bekerja, tapi juga menjadi wadah silaturahmi yang mempertautkan kami dengan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya kepada masyarakat atas kepercayaan dan antusiasme yang begitu besar untuk melaksanakan ibadah di tempat tersebut setiap tahunnya. Baginya, kehadiran ribuan warga Kunjung Mae dan sekitarnya adalah kado terindah bagi keluarga besar Pertamina di hari raya.
Pelaksanaan Shalat Ied ini ditutup dengan sesi bersalam-salaman yang penuh kehangatan, mencerminkan kerukunan yang kokoh antara jajaran direksi, staf Pertamina, dan masyarakat umum. Kemenangan hari ini bukan hanya soal berakhirnya rasa lapar, melainkan tentang energi baru yang lahir dari kesucian hati dan kemuliaan akhlak kepada sesama, terutama kepada orang tua tercinta. (Aa007)

