Sementara itu, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan, Dr. Ahmad Rum Bismar, M.Pd., menekankan bahwa pelatih fisik memiliki peran fundamental dalam membangun prestasi atlet. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak terlepas dari kualitas program latihan yang dirancang secara ilmiah dan terukur.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan KONI Makassar, Prof. Dr. Hasyim, M. Pd., yang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah. Ia menyebut peningkatan kualitas pelatih sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan prestasi olahraga nasional.
Plt. Dekan FIKK UNM dalam sambutannya menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mencetak pelatih fisik bersertifikasi nasional. Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga Indonesia.
Sebanyak 80 peserta dari berbagai daerah: Lampung, Samarinda, Ternate, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan ini, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap peningkatan kompetensi di bidang strength and conditioning. Kegiatan yang berlangsung hingga 27 April 2026 ini menghadirkan instruktur nasional berpengalaman dengan pendekatan pembelajaran yang komprehensif, yaitu (Coach Lucky) Luky Arafi, M. Pd., (Coach Ikrar) Ikrar Setia Rahadi, S.Pd., (Coach Reza) Reza Laksmana, S.Pd., dan (Coach Selvi) Selvi Dwi Sri Maria, S.Pd.,
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi simbol kebangkitan profesionalisme pelatih fisik Indonesia, sebuah langkah nyata menuju masa depan olahraga nasional yang lebih maju, terstruktur, dan berdaya saing global. (*Rz)

