Sementara itu, Ilham Pangestu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Aceh, mendukung penuh Mentan Amran yang mengusulkan penambahan anggaran untuk rehabilitasi sektor pertanian di wilayah terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana, mengingat kerusakan sawah akibat sedimentasi lumpur membutuhkan waktu lama untuk kembali produktif.
“Kita ingin cepat action pemulihan di Aceh dan bagaimana kita menerjemahkan cita-cita Bapak Presiden untuk swasembada. Penambahan anggaran seperti yang disampaikan Mentan kalau itu memang diperlukan untuk perekonomian, saya sangat setuju, yang penting actionnya kami tunggu,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah mengirimkan bantuan nyata kepada masyarakat terdampak sejak masa tanggap darurat. Bantuan tersebut meliputi pengiriman bahan pangan pokok dari bantuan reguler dan nonreguler maupun bantuan dari Kementerian Peduli.
“Itu kami kirim semua bantuan, ada bantuan negara. Kami siapkan beras tiga kali lipat dari kebutuhan di tiga provinsi tersebut. Kemudian ada bantuan teman-teman Kementerian Pertanian dan mitra terhimpun bantuan Rp 75 miliar,” ungkap Mentan Amran.
Selain itu, Mentan Amran juga menurunkan langsung tim di lokasi bencana untuk memperkuat koordinasi lapangan serta memastikan bantuan tersalurkan secara cepat. “Yang pertama, sejak terjadi bencana, itu tim kami paginya berada di lapangan, satu provinsi dua Eselon I sampai hari ini,” terangnya.
Tidak hanya itu, Mentan Amran juga memastikan jajarannya bergerak cepat untuk memulihkan sektor pertanian terdampak bencana di Sumatra. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,49 triliun dari APBN 2026 dan mengusulkan tambahan anggaran Rp 5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak.
Usulan tambahan anggaran Rp 5,1 triliun tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi tambahan lahan sawah senilai Rp 3,4 triliun, rehabilitasi kawasan perkebunan Rp 456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, pakan ternak Rp 262,8 miliar, penyediaan sarana dan prasarana Rp 674,7 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya sebesar Rp 291 miliar.
“Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak. Di sisi lain, program prioritas untuk menjaga pertanian berkelanjutan tetap harus berjalan. Kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” ucap Mentan Amran. (*)

