Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran: Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target Presiden

Ramzy 262 Pembaca
5 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Komisi IV DPR RI mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mencapai swasembada pangan nasional lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden RI.

Capaian ini dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan stabilitas stok beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, dalam Rapat Kerja terkait Kesiapan dan Pengamanan Harga serta Stok Pangan Jelang Ramadan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian.

“Kami mengapresiasi prestasi yang dicapai Kementerian Pertanian. Target swasembada pangan yang awalnya dipasang Presiden empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, dengan kerja keras tim Pak Menteri akhirnya bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini sudah diumumkan langsung oleh Bapak Presiden dan Pak Menteri juga memperoleh penghargaan atas capaian tersebut,” ujar I Ketut Suwendra.

Senada, Firman Subagyo, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Tengah, juga memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan terukur Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah mampu mencapai target swasembada pangan dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan Presiden. Ini menunjukkan kerja nyata dan kepemimpinan yang kuat,” ungkap Firman.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ajbar, memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan Kementerian Pertanian dalam melewati masa sulit kebijakan tanpa impor beras.

“Saya ingin memberi apresiasi kepada kita semua, terutama kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran. Masa sulit dan menantang dengan kebijakan tanpa impor beras pada 2025 berhasil kita lewati dengan baik. Ujian terberat ada pada Desember 2025 dan Januari 2026, dan Alhamdulillah semuanya dapat dilalui dengan baik. Bahkan hingga saat ini cadangan beras pemerintah masih tersedia lebih dari 3 juta ton. Ini adalah hasil kerja sama yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Ajbar.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version