Korban ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Terjal Lampeso

Ramzy
Ramzy 328 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan, memastikan satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter di kawasan pegunungan Maros–Pangkep berhasil dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter Basarnas, Rabu pagi (22/01/2026).

Evakuasi dilakukan setelah tim SAR gabungan berhasil mengangkat jenazah korban laki-laki tersebut dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso. Korban sebelumnya ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026, di medan terjal yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Dengan dukungan cuaca yang relatif mendukung, helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA. Proses pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan metode hoist dengan teknik air landed pada pukul 07.59 WITA.

Setelah proses evakuasi selesai, helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI).

Andi Sultan menyampaikan, seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antar unsur SAR serta kondisi cuaca yang mendukung pada pagi hari.

Ia juga menegaskan, operasi pencarian belum dihentikan. Sebanyak 37 personel yang telah terlibat dalam proses evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di wilayah Lampeso. SRU 1 dikerahkan dengan kekuatan 50 personel, SRU 2 menyisir area ditemukannya ekor pesawat dengan 28 personel, SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak sambil membawa peralatan vertical rescue dengan kekuatan 75 personel, sementara SRU 4 melakukan penyisiran di area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan melibatkan 40 personel, tandas Andi Sultan. (Hdr)

Baca juga :  Enam Pejabat Pratama di Pinrang Dirotasi
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!