Krisis Air Makassar Memuncak: GEMPAK-HAM Tabuh Genderang Konsolidasi, Kinerja Pemkot Disorot Tajam!

Ramzy
Ramzy 46 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Jeritan warga Makassar yang kesulitan mengakses air bersih kian hari kian memprihatinkan hingga memicu gelombang protes. Merespons badai keluhan yang tak kunjung mereda, Dewan Pengurus Pusat LSM GEMPAK-HAM bergerak cepat dengan menginisiasi Konsolidasi Terbuka Jilid 2 demi mengawal hak-hak masyarakat yang terabaikan.

Lewat seruan aksi yang viral di berbagai platform media sosial, GEMPAK-HAM menegaskan bahwa kelangkaan air bersih ini bukan lagi sekadar kendala teknis biasa. Ini adalah krisis kemanusiaan yang menghantam langsung urat nadi kehidupan domestik warga, memicu keresahan massal yang kian tak terbendung setiap harinya.

Pucuk pimpinan beserta jajaran pengurus GEMPAK-HAM menyuarakan desakan keras agar Pemerintah Kota Makassar segera mengambil tindakan nyata yang taktis dan terukur. Di mata mereka, masyarakat sudah jenuh dengan retorika dan janji manis; yang mendesak saat ini adalah solusi riil di lapangan.

"Krisis air bersih yang berlarut-larut ini adalah rapor merah yang tidak boleh dianggap sepele. Ini adalah hak fundamental warga. Pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat dan memberikan kepastian, bukan membiarkan warga kekeringan," bunyi pernyataan tegas dalam manifesto konsolidasi tersebut.

Tidak berhenti pada tuntutan teknis, GEMPAK-HAM juga mengarahkan bidikan kritik langsung ke jantung kekuasaan Balai Kota Makassar. Lembaga ini secara blak-blakan menuntut pertanggungjawaban moral dan politik dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, bahkan mendesak mereka mundur jika terbukti impoten dalam mengurus pelayanan publik yang paling mendasar ini.

Gelombang konsolidasi yang siap digulirkan pada Senin, 1 Juni 2026 ini diprediksi bakal menjadi panggung besar bagi rakyat untuk menumpahkan segala kekesalan atas buruknya potret distribusi air bersih yang menyengsarakan berbagai sudut kota.

Di sisi lain, warga yang terdampak sangat berharap ada transparansi dari pihak pemkot terkait akar masalah dari kekeringan struktural ini. Masyarakat mendesak peta jalan penanganan yang konkret, mengingat air bersih adalah kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar atau ditunda penyediaannya.

Baca juga :  Ditemukan Banyak Dana Siluman' di SKPD, Bupati Toraja Utara alihkan Benahi Jalan, Jembatan dan Pasar

"Makassar tidak boleh terus-menerus disandera oleh krisis air bersih yang memalukan ini. Kami butuh eksekusi nyata, bukan sekadar diskusi di atas meja," menjadi pesan penutup yang paling menggema menjelang bergulirnya aksi konsolidasi akbar tersebut. (Bara)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!