Sistem “Jemput Bola” Langsung ke Rumah
Memahami hambatan tersebut, panitia menerapkan sistem ramah aksesibilitas di SLB A YAPTI Makassar. Bagi penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik berat, panitia menggunakan jasa kurir untuk mengantarkan daging kurban langsung ke pintu rumah mereka.
Langkah ini merangkul berbagai kelompok rentan, mulai dari tunanetra, tunarungu, disabilitas fisik, hingga lansia.
”Daging kurban adalah ibadah yang seharusnya bisa dinikmati semua orang. Kami ingin menjadi jembatan kebahagiaan bagi mereka,” tutur Zulfajrin semangat.
Melalui aksi ini, Zulfajrin berharap masyarakat, lembaga sosial, dan pengurus masjid ke depan bisa lebih inklusif. “Setiap orang bisa mengalami keterbatasan. Penting bagi kita semua untuk saling membuka ruang dan memberikan kesempatan yang setara,” pungkasnya. (Ardhy M Basir)

