Lautan Manusia di Manokwari, Kontingen Sulsel Tampil Paling Heboh di Karnaval Pesparawi 2026

Ramzy
Ramzy 11 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Lebih lanjut, ia mengetuk hati masyarakat Papua Barat, utamanya warga lokal Manokwari, untuk bertindak sebagai tuan rumah yang anggun dan suportif. Terlebih, acara pembukaan megah Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan helat pada Jumat malam dan rencananya akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Kehadiran ribuan tamu ini harus kita sambut dengan kesan terbaik. Pastikan mereka menginjakkan kaki di sini dengan senyuman, dan kembali ke kampung halaman mereka dengan senyuman yang sama, sembari membawa memori indah tentang kebaikan Papua Barat,” pintanya.

Bagi Lakotani, mandat yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada Papua Barat untuk mengemban status sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV merupakan sebuah kehormatan premium. Oleh sebab itu, ia meminta komitmen kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan atmosfer yang aman, tertib, dan kondusif.

“Mari kita bersatu, bergotong-royong menyukseskan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari,” tegasnya, sebelum akhirnya secara resmi melepas ribuan peserta karnaval untuk memulai parade jalan kaki membelah jalan protokol pusat kota Manokwari sejauh kurang lebih 5 kilometer.

*Ewako Sulsel!*

Di antara puluhan daerah, Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses mencuri perhatian dan tampil sebagai salah satu penampil paling membahana. Kekuatan mereka disokong oleh ratusan personel gabungan yang terdiri dari delegasi Pesparawi Sulsel, Pengurus LPPD Sulsel, serta didukung penuh oleh diaspora Sulsel di Papua, seperti Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua Barat, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari, hingga Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Manokwari.

Tampil atraktif, kontingen dari Bumi Sawerigading ini memamerkan pesona pakaian adat legendaris dari Suku Bugis, Makassar, dan Toraja. Daya tarik kian berlipat dengan hadirnya miniatur rumah adat Tongkonan yang diarak di atas kendaraan terbuka, mengiringi hentakan dinamis tarian tradisional ketiga suku tersebut, serta gema lagu daerah dan kidung puji-pujian rohani yang dinyanyikan secara serempak.

Baca juga :  Politik, Upaya Meraih Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat

Aksi panggung jalanan yang disuguhkan oleh perwakilan Sulsel berkolaborasi dengan warga lokal asal Sulsel di Manokwari ini memicu haru dan sukacita mendalam bagi ribuan warga Papua Barat. Penonton yang menyemut dan memadati rute sepanjang 5 kilometer dari garis *start* hingga *finish* terus melambaikan tangan, memberikan salam hangat, sembari berulang kali meneriakkan yel-yel penyemangat, “Sulawesi Selatan….. Ewako!”. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!