Menurut Iwan Sjarifuddin kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung potensi permasalahan di lapangan, seperti rambu-rambu yang tidak layak pakai maupun fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Langkah ini dilakukan agar kendala tersebut tidak mengganggu kelancaran operasional pelabuhan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security & Environment) di seluruh area kerja. Menurutnya, keandalan fasilitas pelabuhan serta kepatuhan terhadap aspek keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pekerja, baik organik maupun non-organik.
“Kegiatan MWT merupakan arahan Direksi Pelindo agar aspek HSSE selalu dikedepankan. Pelabuhan dan terminal penumpang adalah representasi negara dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, manajemen harus memiliki empati dan kepedulian tinggi terhadap fasilitas pelayanan publik demi menciptakan lingkungan kerja dan layanan yang aman serta nyaman,” tegas Iwan Sjarifuddin. (idj)


