Lokasi Pesawat Berhasil Dilacak Cepat, Basarnas Kejar Tiga Hari Krusial Evakuasi Korban

Ramzy
Ramzy 204 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan lokasi jatuhnya pesawat berhasil ditemukan kurang dari 24 jam sejak laporan hilang kontak diterima pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kecepatan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam mengoptimalkan golden time pencarian dan evakuasi korban dalam tiga hari pertama sejak kejadian.

Syafii mengemukakan, tim SAR gabungan bergerak cepat setelah menerima informasi awal, hingga akhirnya titik lokasi pesawat dapat dipastikan dalam waktu singkat. Dengan ditemukannya lokasi kejadian, seluruh potensi dan unsur SAR kini difokuskan pada pencarian serta evakuasi korban.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Hingga Senin, 19 Januari 2026, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban. Seorang korban laki-laki ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026, disusul penemuan satu korban perempuan pada hari berikutnya. Namun demikian, Syafii menegaskan, proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas.

“Identifikasi korban akan dilakukan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lokasi jatuhnya pesawat berada di medan yang sangat ekstrem. Tebing curam dengan perkiraan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, sehingga membutuhkan kehati-hatian tinggi serta teknik evakuasi khusus.

Selain medan, kondisi cuaca juga menjadi kendala utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim.

“Tantangan terbesar saat ini adalah kondisi alam yang sangat ekstrem. Faktor cuaca dan jarak pandang yang terbatas memengaruhi efektivitas pencarian,” jelas Syafii.

Baca juga :  Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama, Satlantas Polres Pelabuhan Makassar Sigap Atur Arus di Pelabuhan Soekarno Hatta

Basarnas, lanjutnya, memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun hingga kini upaya tersebut belum dapat dilakukan karena kabut tebal yang menutup area sekitar lokasi kejadian. Untuk itu, pencarian dan evakuasi sementara difokuskan melalui jalur darat.

“Evakuasi udara menjadi prioritas, tetapi belum memungkinkan. Oleh karena itu, unsur darat terus kami optimalkan secara bertahap,” ungkapnya.

Syafii menambahkan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan tim rescue darat yang telah mengenal medan dan jalur di sekitar lokasi. Seluruh personel SAR gabungan disebut bekerja dengan dedikasi tinggi demi keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi SAR ini berjalan lancar dan seluruh personel diberikan keselamatan,” pungkasnya.

Operasi SAR akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan faktor keselamatan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!