PEDOMANRAKYAT, PAREPARE - Meski sudah ketigakalinya nanti pejuang subuh Majelis Syuhada Parepare berkunjung di Masjid Nurussamawati. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah masjid yang tidak jauh dari Rumah Sakit Tipe B Andi Makkasau.
Setidaknya sekitar limaratus lebih jamaah Majelis Syuhada Parepare akan membanjiri masjid yang bisa diartikan "Cahaya Langit" melaksanakan Shalat Subuh berjamaah pada Jum'at dini hari, 15/5/2026. Ketua DKM Nurussamawati, H. Muhammad Husain, SP dan segenap pengurusnya siap menyambut majelis tersebut. Kemudian Imam masjid tersebut, Usman Toha, SE, MM yang memimpin shalat subuh berjamaah dan sebagai penceramah Ustadz H. Haeruddin, S.Pd.I, MA.
Masjid Nurussamawati ini adalah boleh dikata peninggalan sejarah pemerintahan Presiden Soeharto. Setidaknya ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan (999) masjid yang serupa dengan ciri atap bertingkat tiga tersebar di seluruh Indonesia.
Konon khabarnya, Presiden Soeharto yang mengadakan
kunjungan "blusukan" di salah
satu daerah di Pulau Jawa. Ia prihatin melihat warga mengumpulkan dana pembangunan masjid. Dimana Soeharto menyaksikan warga bersusah payah bergotong royong, bahkan mengumpulkan dana lewat celengan di pinggir jalan untuk bangun masjid.
Dengan dasar itulah, kemudian Soeharto membentuk yayasan bernama Yayasan Amalbhakti Pancasila pada tahun 1982. Lewat lembaga ini, Soeharto mengajak orang muslim menyisihkan penghasilannya, terutama kalangan TNI, Polri dan ASN menyisihkan gajinya.
H. Iskandar, salah satu tokoh masyarakat dan berperan dalam pembangunan Masjid Nurussamawati tersebut menuturkan bahwa Nurussamawati dibangun tahun 1986. Menurutnya telah berbagai perbaikan dilakukan panitia masjid untuk memperbaiki kualitas pelayanan guna memberi kenyamanan melakukan shalat berjamaah.
Secara kasak mata dari luar, Masjid Nurussamawati tidak banyak mengalami perubahan. Namun pengurus sebelumnya yang diketuai H. Husni Syam, SH,MH berhasil melakukan perluasan. Dimana sebelumnya, ada teras depan dan samping, kini diperluas jadi tempat shalat jika jamaah membludak. Begitu pula dengan plafon juga sudah diperbaiki sehingga terlihat cantik.
Kemudian saat ini, di bawah kepengurusan H. Muhammad Husain berhasil merampungkan pembangunan area parkir sehingga agak lapang dan bersih. Tetapi menjelang kedatangan Majelis Syuhada, panitia sementara mengumpulkan dana untuk bangun Mirhab Masjid yang sekitar Rp. 100 juta anggaranya.
"Insyaallah, satu dua hari ini sudah akan dimulai pembangunannya meski masih dalam keterbatasan dana. Namun panitia bertekad merampungkannya dan berharap uluran tangan jamaah dan masyarakat untuk berpartisipasi", kata Ali Latif, SH yang dipercayakan mengkoordinir pembangunan Mirhab tersebut. (takdirabduh).

