Makassar Dorong Gerakan Sampah dari Rumah Tangga, RT-RW Disiapkan Jadi Penggerak

Ramzy
Ramzy 20 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta para ketua RT dan RW menjadi penggerak utama pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mendukung transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa menuju sistem sanitary landfill.

Hal itu disampaikan Munafri saat menemui warga dan para Ketua RT/RW di Cluster Berlin Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026), seusai meninjau pembenahan TPA Tamangapa.

Menurut Munafri, keberhasilan pembenahan sistem pengelolaan sampah di Makassar tidak hanya bergantung pada perubahan sistem di TPA, melainkan juga harus dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.

“Artinya tidak boleh lagi semua sampah langsung dibuang ke TPA. Sampah harus diselesaikan di rumah tangga, lalu yang sampai di TPA adalah yang sudah tidak bisa termanfaatkan,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, perubahan sistem dari open dumping menuju sanitary landfill menuntut adanya perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Karena itu, setiap RT didorong membentuk Bank Sampah Unit (BSU) sebagai pusat pemilahan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai jual.

Selain pengelolaan sampah, Munafri juga mengajak warga memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan urban farming, mulai dari budidaya ikan, tanaman pangan, peternakan skala rumah tangga, hingga pengolahan kompos dari sampah organik.

Menurut dia, konsep tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Munafri mencontohkan, sampah dapur dapat diolah menjadi kompos melalui metode sederhana sehingga menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman warga.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan hadiah sebesar Rp100 juta bagi lingkungan yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat secara optimal.

Baca juga :  Dampak El-Nino, PLN UP3 Pinrang Berencana Adakan Pemadaman Bergilir

“Saya pastikan RT yang terbaik tidak akan kurang 100 juta hadiahnya di ulang tahun Kota Makassar,” ujarnya.

Ia berharap para ketua RT dan RW dapat menghadirkan inovasi di wilayah masing-masing melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan produktif.

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar juga akan menghadirkan pendampingan dari perangkat daerah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta. Pendampingan itu mencakup pelatihan pengelolaan sampah, urban farming, budidaya perikanan, peternakan, hingga pengembangan eco-enzyme.

Munafri menargetkan gerakan tersebut mampu membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!