Medan Curam dan Cuaca Ekstrem, Enam Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Ramzy
Ramzy 256 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, PANGKEP — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam dengan perkembangan signifikan. Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban dalam jumlah besar, yakni enam jenazah yang berada di satu lokasi berdekatan, meskipun proses evakuasi masih menghadapi tantangan medan ekstrem dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Enam jenazah tersebut ditemukan pada Kamis pagi oleh tim pencari yang bergerak di sektor selatan Gunung Bulusaraung. Laporan penemuan diterima posko induk, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, setelah personel melakukan penyisiran intensif di area yang sebelumnya sulit dijangkau.

Berdasarkan laporan lapangan, keenam jenazah ditemukan tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal, dengan posisi kurang lebih 250 meter di bawah puncak gunung. Lokasi penemuan berada di kawasan lereng curam dan jurang, sehingga memerlukan keahlian khusus serta peralatan teknis dalam proses evakuasi.

Untuk mengevakuasi para korban, Tim SAR Gabungan telah menyusun rencana evakuasi menggunakan metode vertical rescue dengan teknik jet ring, metode yang sebelumnya telah digunakan dan dinilai berhasil saat mengevakuasi korban pada hari-hari awal operasi. Seluruh personel rescue kini telah disiagakan di sekitar puncak gunung guna mengangkat jenazah satu per satu menuju titik aman sebelum diturunkan ke posko.

Asisten Operasi Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan bahwa evakuasi akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

“Enam jenazah sudah kita rencanakan untuk dievakuasi menggunakan teknik vertical rescue. Setelah diangkat ke puncak, jenazah akan dibawa ke posko, selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,” ujarnya.

Kondisi jenazah dilaporkan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi kejadian selama enam hari, sehingga menyulitkan proses identifikasi awal di lapangan. Oleh karena itu, tim di garis depan hanya melakukan penandaan serta pelaporan posisi temuan, sementara proses identifikasi menyeluruh akan dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di rumah sakit.

Baca juga :  UPT PLN Rantepao Siapkan Lampu Emergency 21 Kecamatan, Antisipasi Lampu Padam di Penghitungan Suara

Dengan penemuan enam jenazah terbaru ini, hingga hari keenam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan telah menemukan total delapan korban, serta satu potongan tulang lengan yang diduga kuat merupakan bagian dari korban kecelakaan. Peningkatan hasil pencarian ini disebut sebagai dampak dari perubahan strategi operasi yang diterapkan sejak beberapa hari terakhir.

Metode pencarian kini dilakukan dengan sistem pergerakan tiga hari di lapangan, sehingga memungkinkan personel menjangkau area yang lebih luas dan terpencil. Selain itu, pembagian wilayah pencarian ke dalam delapan sektor dengan kode warna dinilai efektif dalam mempermudah pemetaan, pengendalian pergerakan tim, serta koordinasi di medan pegunungan yang ekstrem.

Rencana evakuasi selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Apabila memungkinkan, jenazah akan dijemput menggunakan helikopter di area pendaratan darurat Desa Tompobulu. Namun jika cuaca kembali memburuk, jalur darat tetap menjadi opsi utama meski memerlukan waktu lebih lama dan tenaga ekstra.

Hari keenam operasi ini menjadi salah satu fase paling krusial dalam misi pencarian, ditandai dengan ditemukannya enam jenazah sekaligus di satu kawasan. Meski demikian, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan penyisiran di sektor lain dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel. Tim SAR berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat, aman, dan lancar. (*/And)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!