PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat persatuan dalam keberagaman kembali ditegaskan melalui Dialog Budaya bertajuk “Tionghoa Dalam Kebhinekaan” yang digelar di Museum Kota Makassar, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kebangsaan yang mempertemukan tokoh akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam semangat membangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum yang dimulai pukul 15.30 WITA tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Peserta dari berbagai latar belakang akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, hingga komunitas budaya memadati ruang dialog, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema keberagaman dan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan bangsa.
Dialog dipandu oleh Apt. George Nurtani, MM., selaku moderator, yang mengarahkan diskusi secara dinamis dan interaktif. Tiga narasumber utama hadir sebagai pemateri, yakni Dr. Mukhlis Paeni, MA, Ir. Arwan Tjahjadi, serta Prof. Dr. H. Aminuddin Salle, SH, MH. Ketiganya mengupas kontribusi historis, ekonomi, serta aspek hukum dan sosial masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya di Makassar.
Dr. Mukhlis Paeni menekankan bahwa sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran berbagai etnis, termasuk Tionghoa. “Sejak era perdagangan maritim Nusantara, masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian dari denyut ekonomi dan sosial. Mereka bukan unsur luar, melainkan bagian integral dari perjalanan kebangsaan kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemahaman sejarah yang inklusif menjadi kunci memperkuat identitas nasional yang berkeadaban.


