Mengenal Jamaluddin, Pejuang Lingkungan Asal Gowa Penerima Kalpataru 2026

Ramzy
Ramzy 159 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GOWA - Kalpataru adalah penghargaan tertinggi dari Pemerintah Indonesia yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas dedikasi dan prakarsa luar biasa dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup. Nama "Kalpataru" sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pohon kehidupan (Kalpavriksha).

​Secara resmi, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengumumkan daftar calon penerima penghargaan Kalpataru tahun 2026 dari berbagai daerah. Salah satu nama yang berhasil masuk dalam jajaran tersebut adalah Jamaluddin, putra daerah asal Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang juga merupakan Founder Rumah Koran.

​Pengumuman ini merupakan bagian dari tahapan penilaian yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, partisipasi publik, serta keterbukaan informasi dalam proses seleksi penghargaan lingkungan paling bergengsi di Indonesia tersebut.

​Plt. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH, Sinta Saptarina Soemiarno, menyampaikan bahwa para calon penerima Kalpataru Tahun 2026 adalah individu maupun kelompok yang telah menunjukkan konsistensi dan aksi nyata di berbagai daerah.

​"Kalpataru merupakan bentuk penghormatan negara kepada para pejuang lingkungan yang telah bekerja nyata menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan membangun masa depan lingkungan hidup yang lebih baik. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan terbuka agar penghargaan ini benar-benar diberikan kepada sosok yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.

​Jamaluddin berhasil menjadi kandidat dari Sulawesi Selatan berkat dedikasinya dalam menggerakkan literasi lingkungan dan aksi sadar iklim yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun. Ia dinilai mampu mengintegrasikan literasi lingkungan dengan sektor pertanian. Gerakan yang diinisiasi Jamaluddin tidak sekadar mengajak masyarakat membaca, tetapi juga melakukan aksi nyata dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

​Salah satu bukti nyata dampaknya adalah program berbagi sayur ke 100 panti asuhan di Sulawesi Selatan. Berkat konsistensinya, Desa Kanreapia kini berhasil menyandang tiga identitas membanggakan, yaitu sebagai Kampung Sayur, Kampung Berseri Astra, dan Kampung Iklim (ProKlim).

Baca juga :  Besok, Gubernur Dan Ketua DPRD Sulsel Bakal Hadiri Pelantikan Pengurus APTISI Wilayah IX-A Sulawesi

​Tiga identitas tersebut pula yang menjadi jembatan bagi Jamaluddin untuk terbang ke Dubai sebagai narasumber dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP 28). Di panggung internasional tersebut, ia membagikan berbagai praktik baik dan kegiatan positif yang telah diterapkan di desanya.

​Sebelum dinominasikan dalam Kalpataru 2026, Jamaluddin telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya SATU Indonesia Awards, HKTI Innovation Awards, Pemuda Berprestasi, Ensia Awards, dan Indonesia Baik Awards.

​Mari kita berikan dukungan penuh dan doa terbaik untuk Jamaluddin agar sukses meraih penghargaan Kalpataru 2026!. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!