Selain itu, Kakankemenag menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan di KUA. “Setiap KUA harus memiliki SOP yang jelas untuk semua jenis layanan, seperti pernikahan dan pengurusan buku nikah yang hilang. Kita juga butuh PTSP mini di setiap KUA untuk mempermudah masyarakat,” imbuhnya.
Tak hanya itu, ia mengajak para penghulu dan kepala KUA untuk meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif.
“Kita harus berinovasi. Tinggalkan kebiasaan buruk di masa lalu dan jadilah teladan dengan memberikan pelayanan terbaik untuk umat,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk merancang agenda Musyawarah Cabang (Muscab) APRI. “Pilihlah panitia yang fleksibel, memahami aturan, dan siap bekerja keras. APRI adalah mitra strategis kita dalam melaksanakan program-program Kemenag,” pesan H. Irman.
Dalam suasana rapat yang penuh kehangatan dan diskusi konstruktif, terlihat semangat para peserta untuk membawa perubahan positif dalam pelayanan kepenghuluan di Kota Makassar.
H. Irman menutup arahannya dengan mengajak semua pihak untuk mendukung program-program Kemenag demi pelayanan publik yang lebih inovatif dan berkualitas.
Melalui rapat ini, APRI Kota Makassar tidak hanya merancang langkah ke depan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk melayani masyarakat dengan profesionalisme yang lebih baik.(Hdr)
