Menjaga Asa di Pesisir Selatan: INTI Jeneponto Hidupkan Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro Lewat Program CHSE

Ramzy
Ramzy 281 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO – Pagi itu, angin laut berembus pelan menyusuri pesisir Lingkungan Monro-Monro, Kelurahan Monro-Monro, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Di antara akar-akar mangrove yang menjuntai kokoh menahan abrasi, sekelompok warga tampak sibuk membersihkan area sekitar jalur titian kayu. Senyum mereka merekah—bukan sekadar karena wisatawan mulai berdatangan kembali, tetapi karena harapan sedang tumbuh bersama pohon-pohon bakau yang mereka jaga.

Harapan itu diperkuat oleh kehadiran Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto yang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Kali ini, INTI melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kampung Wisata dengan mengusung tema Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro.

Program ini bukan sekadar seremoni akademik. Ia hadir sebagai bentuk pendampingan nyata bagi masyarakat pesisir agar mampu mengelola destinasi wisata secara profesional, aman, bersih, sehat, serta berkelanjutan secara lingkungan.

Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro selama ini dikenal memiliki lanskap pesisir yang unik. Hamparan mangrove yang hijau membentuk lorong-lorong alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang ekosistem pesisir. Namun, potensi besar itu sempat meredup ketika pandemi melanda dan membatasi aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata.

Seiring dengan upaya pemulihan, pemerintah mengeluarkan panduan wisata berbasis CHSE yang mengacu pada standar ISO 9024:2021. Pedoman tersebut kini menjadi rujukan penting dalam pengelolaan destinasi wisata, termasuk di Monro-Monro. Melalui pendampingan INTI, konsep CHSE diterjemahkan dalam tindakan konkret: penyediaan sarana kebersihan, edukasi kesehatan bagi pelaku wisata, peningkatan standar keselamatan pengunjung, hingga penguatan kesadaran lingkungan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Panglima Ta' Ajak Saudagar Bugis-Makassar Bersinergi Jadikan Sulsel Maju, Bersih dan Bermartabat
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!