Mentan juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Ia menyebut potensi besar mahasiswa agribisnis dalam menciptakan usaha berbasis inovasi pertanian.
“Jumlah mahasiswa sekolah bisnis IPB ada 1.400 an, mahasiswa agribisnis 500. Kita bridging mahasiswa dan kampus kepada bisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mentan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan IPB dalam pengembangan teknologi pertanian, termasuk inovasi peternakan berbasis probiotik.
“Ke depan, kita buat ayam kampung, 30-40 hari sudah satu kilogram. Dengan probiotik. Ini penting. Kita ingin ini dikembangkan bersama IPB,” jelasnya.
Mentan Amran menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Pertanian dan IPB menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi hasil riset, sehingga tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat luas.
“Bridging dengan IPB harus diperkuat. Riset harus turun ke lapangan, menjadi solusi, dan menjadi bisnis,” pungkasnya. (*)

