PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Suasana belajar di UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar tampak berbeda. Bukan hanya membaca, para siswa juga dilatih berani berbicara dan memahami isi bacaan melalui sesi menceritakan kembali apa yang telah mereka baca.
Kepala UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar, Fahmawati Fachruddin Djalle, Selasa (27/01/2026) kepada PR.co.id menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya sekolah meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa.
Menurutnya, membaca tidak boleh berhenti pada aktivitas melihat teks semata, tetapi harus diikuti dengan pemahaman.
“Ada sesi di mana siswa menceritakan kembali bacaan yang dibacanya. Dari situ kami bisa melihat sejauh mana mereka memahami isi bacaan, sekaligus melatih keberanian mereka berbicara di depan teman-temannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, siswa diminta membaca buku cerita atau bahan bacaan yang telah disiapkan. Setelah itu, secara bergiliran mereka berdiri di depan kelas untuk menyampaikan kembali isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Guru berperan sebagai pendamping, mengarahkan jika ada bagian cerita yang terlewat atau kurang dipahami.

