Merawat Warisan Secara Setara, Workshop Co-Creation Inklusif Dorong Akses Budaya bagi Disabilitas

Ramzy 421 Pembaca
4 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pelestarian sejarah dan budaya Sulawesi Selatan didorong agar semakin inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan, khususnya ragam disabilitas. Semangat itu menjadi landasan pelaksanaan Workshop Co-Creation Inklusif bertema “Menjalin Risalah, Menjaga Warisan, Mengukir Hikayat yang Inklusif bagi Semua”.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (4–5 April 2026), di Sekretariat Yayasan PerDIK, Perumahan Villa Permata Harapan, Jalan Daeng Tata Raya, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Penanggung jawab program, Ridwan Mappa, menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari pengembangan Program Riwayat, sebuah inisiatif platform budaya inklusif yang menekankan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam proses penciptaan konten sejarah dan budaya.

“Workshop ini merupakan bagian dari pengembangan Program Riwayat, yang mendorong keterlibatan langsung disabilitas dalam merancang dan memproduksi konten budaya,” ujar Ridwan, yang akrab disapa Daeng Maliq.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana sebagai bentuk komitmen memperkuat ekosistem kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konsepnya, co-creation dimaknai sebagai kolaborasi aktif dan setara antar pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai, gagasan, dan produk bersama.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Edy Thamrin—yang dikenal dengan nama Yudhistira Sukatanya—serta Rusdin Tompo.

Edy Thamrin, seorang budayawan, sastrawan, dan sutradara teater, memberikan pengayaan perspektif terkait pemetaan potensi konten budaya Sulawesi Selatan dengan pendekatan inklusif sejak tahap perencanaan ide.

Sementara itu, Rusdin Tompo, penulis dan pegiat literasi, membagikan pengalaman dalam mengolah ide menjadi karya yang komunikatif, kontekstual, dan ramah bagi semua kalangan.

“Saya senang diajak berkolaborasi dalam Co-Creation Inklusif ini, sebagai bentuk dukungan terhadap Program Riwayat,” ujar Rusdin.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version