PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Perayaan Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun ini tidak sekadar menjadi penanda usia organisasi, tetapi juga momentum refleksi kebangsaan. Mengusung tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia”, PKS menitikberatkan perhatian pada tiga sektor utama, yakni ekonomi, pangan, dan energi.
Di Makassar, refleksi tersebut diwujudkan melalui forum diskusi bertajuk Ngopi Ide: Meracik Kemandirian Finansial dan Ketokohan Sosial. Kegiatan yang digelar Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan (BKKP) DPW PKS Sulawesi Selatan ini berlangsung di Swiss-Belinn Panakkukang dan menghadirkan berbagai kalangan untuk bertukar gagasan.
Salah satu narasumber, Mallarangang Tutu, menekankan pentingnya peran strategis Sulawesi Selatan sebagai gerbang Indonesia Timur dalam menopang ketahanan nasional. Ia mengajak peserta melihat pembangunan tidak hanya dari sisi teknokratis, tetapi juga berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Menurutnya, nilai budaya Bugis-Makassar seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainga (saling mengingatkan) dapat menjadi fondasi dalam membangun ketahanan bangsa.
Dalam sektor ekonomi, Mallarangang menyoroti pentingnya menempatkan manusia sebagai subjek utama pembangunan. Ia menilai pelaku usaha kecil seperti pedagang, petani, dan UMKM perlu mendapat ruang, akses, dan penghargaan agar pertumbuhan ekonomi lebih berkeadilan.

