Evos Divine kalah dari Buriram United Esports dengan skor 0-2 dan kembali takluk saat menghadapi P Esports dengan skor 1-2. Hasil tersebut membuat posisi mereka kurang menguntungkan di klasemen Group Stage.
Situasi yang lebih sulit dialami oleh tim Indonesia lainnya, yaitu RRQ Kazu. Sepanjang fase grup, mereka belum berhasil meraih kemenangan.
RRQ Kazu harus mengakui keunggulan tim WAG dengan skor 0-2 pada pertandingan pembuka. Kekalahan berikutnya terjadi saat menghadapi All Gamers Global dengan skor yang sama.
Pertandingan paling ketat yang mereka jalani terjadi ketika menghadapi Team Falcons. Dalam laga tersebut, RRQ Kazu sempat memberikan perlawanan sengit namun akhirnya kalah tipis dengan skor 1-2.
Persaingan Ketat Free Fire di Asia Tenggara
Kompetisi Free Fire esports Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu yang paling kompetitif di dunia. Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Indonesia memiliki komunitas pemain yang besar serta ekosistem esports yang berkembang pesat.
Turnamen seperti FFCM SEA menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan tim-tim terbaik dari masing-masing negara. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi panggung bagi pemain profesional untuk menunjukkan kemampuan strategi dan koordinasi tim.
Kemenangan P Esports di FFCM SEA 2026 Spring menunjukkan bahwa tim Vietnam kini semakin diperhitungkan di tingkat regional. Dominasi mereka dalam mode Clash Squad menjadi bukti perkembangan pesat skena Free Fire esports di negara tersebut.
Bagi tim-tim Indonesia, hasil turnamen ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa pada kompetisi berikutnya.
Perkembangan Mode Clash Squad di Esports Free Fire
Mode Clash Squad dalam Free Fire semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Mode ini menuntut kerja sama tim yang kuat serta strategi cepat dalam setiap ronde permainan.
Berbeda dengan mode battle royale yang mengandalkan bertahan hidup hingga akhir permainan, Clash Squad lebih fokus pada pertempuran tim dalam format ronde. Hal ini membuat pertandingan menjadi lebih intens dan dinamis.
Turnamen seperti FFCM SEA menjadi bukti bahwa mode Clash Squad memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang kompetisi esports yang berdiri sendiri.
Keberhasilan P Esports menjuarai FFCM SEA 2026 Spring menandai perubahan kekuatan dalam kompetisi Free Fire Asia Tenggara. Dengan kemenangan telak atas Team Falcons di Grand Final, tim Vietnam tersebut berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu tim Clash Squad terbaik di kawasan ini.
Sementara itu, tim-tim Indonesia masih harus berjuang untuk kembali bersaing di level regional. Kompetisi yang semakin ketat menuntut persiapan strategi dan performa yang lebih konsisten di setiap turnamen. (*)
