Dukungan serupa disampaikan petani asal Kecamatan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Yance Homer. Ia mengatakan program cetak sawah telah membuka peluang baru bagi masyarakat lokal Papua yang sebelumnya mengandalkan kebun tradisional.
“Kami orang Papua dulunya itu berkebun. Tapi karena dengan adanya program cetak sawah, maka kami beralih menjadi petani. Kami sangat mendukung program ini. Harapan kami program ini terus ditingkatkan sehingga kami tidak perlu lagi mencari beras dari jauh,” ungkapnya.
Menyambut dukungan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembangunan pertanian di Papua melalui berbagai program strategis. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mendukung pengembangan pertanian di Tanah Papua.
“Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa mandiri pangan dan mandiri energi ke depan, sehingga inflasi bisa terkontrol. Mulai padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, singkong, kita programkan semua untuk saudara-saudara kita di sana,” terang Mentan Amran.
Menurutnya, pemerintah telah mengembangkan cetak sawah seluas 80 ribu hektare pada 2025 dan 2026 yang disertai bantuan mekanisasi pertanian dan alsintan modern. Bahkan, hampir seluruh usulan tambahan yang disampaikan kepala daerah dan petani dalam pertemuan tersebut langsung ditindaklanjuti.
“Tadi minta traktor, minta irigasi, minta cetak sawah. Semua permintaan hari ini hampir 90 persen kami penuhi dan kalau progresnya bagus, 100 persen kami penuhi permintaannya nanti, termasuk kopi, pala, kakao dan seterusnya,” ujarnya.
Mentan Amran pun mengajak seluruh elemen di Tanah Papua untuk bersama-sama menghadirkan kesejahteraan melalui peningkatan produksi pertanian. “Alangkah indahnya kalau pesta babi ini kita ubah menjadi pesta panen. Kenapa? Lima triliun ini semua untuk rakyat. Tidak ada BUMN. Jadi kesimpulannya adalah pesta panen saat ini kita jalankan,” katanya.
Ia menegaskan semangat tersebut datang dari seluruh wilayah Papua yang hadir bersama petani, kepala dinas, penyuluh, dan kepala daerah.”Ini seluruh Papua perwakilannya datang sekarang. Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Induk, semua datang. Jadi, pesta babi kecil, sedangkan pesta panen seluruh dari Sabang sampai Merauke, dan kita fokuskan pesta panen di Tanah Papua,” pungkasnya. (*)

