Oleh : Ardhy M Basir
Langkah demi langkah mengiringi perjalanan sakral dua insan yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Sabtu, 11 April 2026, menjadi hari bersejarah bagi dr. Zafirah Mutiani Farid, putri dari Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah, Sp.PD, FINASIM dan A. Darmawati Djufrie, SE., MM, yang resmi dipersunting oleh Ipda. dr. M. Farhan Irhamsyah H. Tahir, putra dari dr. Hasanuddin Tahir, dan dr. Faridah Muhammad, Sp.THT-BKL.
Akad nikah yang berlangsung khidmat di Hotel Bidakara, dan turut dihadiri oleh mantan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 Ma’ruf Amin selaku saksi dalam prosesi tersebut menjadi awal dari perjalanan baru keduanya. Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti prosesi, di mana janji suci terucap, mengikat dua keluarga besar dalam satu ikatan yang penuh berkah.
Kebahagiaan itu berlanjut dalam resepsi yang digelar Pantu Prajurit, Balai Sudirman Jakarta. Namun, sebelum para tamu memberikan ucapan selamat, sebuah prosesi istimewa lebih dulu digelar: upacara pedang pora.
Upacara pedang pora bukan sekadar seremoni pembuka. Tradisi yang lekat dengan institusi kepolisian dan militer ini sarat makna mendalam. Deretan pedang yang terangkat membentuk gerbang kehormatan menjadi simbol perjalanan hidup baru yang akan dilalui pasangan pengantin. Dalam konteks ini, pedang pora melambangkan kesiapan, keberanian, serta tanggung jawab seorang perwira dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

