PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Pelindo Regional 4 Makassar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni dengan memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui aksi penanaman 1.500 pohon di sejumlah lokasi strategis di Sulawesi Selatan, Selasa (10/6/2026).
Sebagai pengelola pelabuhan yang menjadi simpul utama arus logistik di Kawasan Timur Indonesia, Pelindo Regional 4 Makassar menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas kepelabuhanan dengan kelestarian ekosistem pesisir, laut, dan kawasan perkotaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Greenbelting yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kerja Pelindo dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sebanyak 1.500 bibit pohon keras ditanam pada lokasi yang telah ditentukan untuk memudahkan pemeliharaan, perhitungan karbon, serta meningkatkan dampak lingkungan dari program tersebut. Penanaman dilakukan dengan spesifikasi tinggi pohon antara satu hingga dua meter.
Sebanyak 300 pohon jenis Ketapang Kencana dan Cemara Laut ditanam di Pelabuhan Rakyat Paotere, sementara 1.200 pohon lainnya yang terdiri atas Mahoni, Jati, Matoa, dan Kaliandra ditanam di Kawasan UPT Kebun Raya Pucak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan.
Seremoni penanaman pohon dipusatkan di Pelabuhan Rakyat Paotere sebagai representasi dukungan penghijauan kawasan pelabuhan. Kegiatan ini dihadiri Kepala UPT Kebun Raya Pucak DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Dewan TSLP Kota Makassar, Lurah Gusung, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Paotere, Ketua DPC Pelayaran Rakyat Paotere, Koordinator Syahbandar Kawasan Paotere, serta jajaran manajemen Pelindo.
Program penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang bertujuan mendukung rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga ekosistem laut, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Mengusung tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Terinspirasi Oleh Alam, Untuk Iklim, Untuk Masa Depan Kita”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem di Kota Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.
Kepala UPT Kebun Raya Pucak DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Thamrin, S.Hut., M.M, menyambut baik inisiatif Pelindo yang memilih Paotere dan Kawasan Pucak sebagai pusat kegiatan penanaman pohon. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus berlanjut agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari pelestarian ekosistem,” ujar Thamrin dalam sambutannya.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menjelaskan bahwa pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain berfungsi sebagai paru paru dunia, pohon juga berperan melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi penyaring alami kualitas air, serta mendukung siklus hidup biota laut dan berbagai ekosistem lainnya.
Ia menambahkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan harus menjadi kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat. “Menjaga Lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau Pelindo, tetapi harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat,” ungkap Iwan Sjarifuddin.
Lebih lanjut, Iwan Sjarifuddin menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. “Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Pada kesempatan ini kami juga mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir dan laut demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tegas Iwan Sjarifuddin. Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang penting bagi keberlangsungan pelabuhan, masyarakat, dan generasi mendatang. (idj)
