Evaluasi Komprehensif Belanja Negara dan Penguatan Efisiensi Fiskal Berbasis Rantai Pasok Lokal

Ramzy 23 Pembaca
4 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan domestik, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dituntut untuk tampil lebih disiplin, kredibel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Inovasi Universitas Indonesia Timur (UIT) sekaligus Pengamat Ekonomi, Dr. Ir. Affandy Agusman Aris, ST, MT, MM, MH, memberikan pokok-pokok pikiran strategis yang ditujukan sebagai masukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

​Dr. Affandy menekankan pentingnya pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen-komponen belanja yang memiliki ruang efisiensi tinggi, salah satunya pada tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberhasilan efisiensi anggaran dalam program strategis ini akan menjadi indikator utama dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar dan investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

​Menjaga Kredibilitas Fiskal dan Sentimen Investor
​Stabilitas ekonomi Nasional sangat bergantung pada bagaimana pasar mempersepsikan kualitas belanja pemerintah. Dr. Affandy menilai bahwa disiplin fiskal bukan sekadar menekan angka pengeluaran, melainkan bagaimana merealokasikan anggaran agar lebih berdaya guna tinggi (allocative efficiency).

​”Kepercayaan investor merupakan aspek krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketika pemerintah mampu menunjukkan bahwa program besar seperti Makan Bergizi Gratis dikelola secara transparan dan efisien, hal itu memberikan sinyal positif yang kuat kepada pelaku pasar bahwa pengelolaan fiskal kita berada di jalur yang aman dan terukur,” ujar Dr. Affandy.

​Konsep Efisiensi Komprehensif:
Rekomendasi Paradigma Belanja untuk Presiden Prabowo

​Agar masukan ini dapat diimplementasikan secara taktis, Dr. Affandy mengurai tiga komponen utama yang perlu dievaluasi secara mendalam oleh jajaran kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo:

​1. Efisiensi Operasional dan Pemangkasan Rantai Distribusi (Supply Chain Mitigation)

​Program berskala nasional sering kali menghadapi tantangan biaya logistik yang membengkak. Efisiensi harus dimulai dengan mengevaluasi jalur distribusi logistik program MBG.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version