Pertegas Semangat Makassar Resilien, Kelurahan Kunjung Mae Gelar Halalbihalal di Shelter Warga

Ramzy
Ramzy 462 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Gema silaturahmi mewarnai suasana malam di Kelurahan Kunjung Mae yang diselimuti udara lembap namun penuh keakraban. Bertempat di Shelter Warga, Jalan Lamadukelleng Buntu, Selasa (7/4/2026), digelar momentum Halalbihalal yang menyatukan visi antara Shelter Warga, Pemerintah Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat RT/RW, Satlinmas, hingga tokoh masyarakat setempat.

Membuka jalannya acara, Ketua Shelter Kelurahan Kunjung Mae, Drs. Hasanuddin, membedah fungsi strategis lembaga sosial berbasis komunitas tersebut. Sebagai bagian dari jejaring Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Shelter Warga hadir sebagai garda terdepan dalam mewujudkan perlindungan publik yang inklusif, selaras dengan visi Wali Kota Makassar.

"Fasilitas ini adalah oase perlindungan bagi perempuan dan anak. Kami hadir untuk memberikan respons awal dan memutus mata rantai kekerasan langsung di tingkat akar rumput," papar Hasanuddin. Ia menghimbau seluruh elemen RT/RW agar proaktif melaporkan segala bentuk eksploitasi di wilayahnya tanpa rasa sungkan, demi menjaga soliditas sosial di lingkungan Kelurahan Kunjung Mae.

Suasana forum kian berbobot saat Lurah Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM., menyampaikan arah kebijakan kewilayahan. Beliau menegaskan bahwa marwah sebuah kelurahan terletak pada tiga fondasi utama: keamanan yang kondusif, higienitas lingkungan, dan kemandirian pangan yang tangguh.
Dalam arahannya, Syafruddin menginstruksikan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai instrumen deteksi dini gangguan ketertiban. Tak hanya itu, ia menekankan bahwa keberhasilan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (GNI ASRI) adalah harga mati. Kebersihan tidak boleh lagi sekadar menjadi seremoni, melainkan transformasi peradaban menuju lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan sesuai amanat Presiden.

"Kita harus membumikan ekonomi sirkular dengan memilah sampah dari rumah. Selain itu, pemasangan titik biopori harus digalakkan sebagai solusi drainase vertikal yang efektif menjaga cadangan air tanah sekaligus mencegah genangan," urai Syafruddin. Beliau juga mengajak warga memaksimalkan pekarangan sempit melalui Urban Farming berbasis polybag guna mendukung program Lorong Wisata dan ketahanan pangan keluarga.

Baca juga :  Wakili Alumni SMADA 86 Makassar, Ahmad Syukri Ajak Masyarakat Jaga Bumi Tetap Lestari

Secara spesifik, atensi diberikan kepada Ketua RW 03, Mustafa. Lurah meminta pengawasan ketat terhadap kontainer sampah di area Pasar Lelong Ikan Rajawali. Hal ini krusial untuk mencegah pembuangan sampah ilegal oleh warga luar wilayah yang kerap memicu penumpukan, demi menjaga estetika serta higienitas kawasan pasar tetap terjaga.

Menutup rangkaian sambutan, Syafruddin meniupkan optimisme dengan mengumumkan rencana seleksi Ketua RT/RW Teladan. Dalam waktu dekat, tim penilai akan turun langsung melakukan evaluasi kinerja sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para perangkat wilayah dalam menyukseskan program pemerintah.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan oleh Babinsa Sertu Ari Asep Sitakka, Bhabinkamtibmas Aiptu Jirana Talibe, Ketua Pembina PKK Nurfadilla Syafruddin, Ketua LPM Agatha Rita Taka, serta tokoh masyarakat, yang secara kolektif berkomitmen menjaga lingkungan tetap aman, tentram, tertib, asri, dan tertata.

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!