Piala Dunia: Merayakan Perbedaan dalam Satu Permainan

Ramzy
Ramzy 81 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Di satu sisi, kita bersaing melalui tim yang kita dukung. Namun di sisi lain, kita tetap berbagi pengalaman yang sama sebagai penikmat sepak bola. Mungkin ada pelajaran sederhana di sini. Persatuan tidak selalu lahir dari kesamaan. Kadang persatuan justru lahir dari kesediaan untuk berbagi ruang bersama di tengah perbedaan.

Ketika Perbedaan Menjadi Perayaan

Dalam keseharian, perbedaan sering kali dipandang sebagai sumber pertentangan. Perbedaan pilihan, pandangan, atau rujukan kerap dianggap sebagai sesuatu yang harus diselesaikan atau bahkan dihilangkan. Piala Dunia menunjukkan hal yang berbeda.

Di sinilah, perbedaan tidak dihapus. Perbedaan justru dirayakan. Kita dapat duduk bersama sambil mendukung tim yang berbeda. Kita dapat berdebat tentang siapa yang paling layak menjadi juara. Kita dapat saling menggoda ketika tim lawan kalah dan saling memberi selamat ketika tim lawan menang. Semua berlangsung dalam suasana yang tetap menyatukan.

Tidak ada kewajiban untuk memiliki pilihan yang sama agar dapat menikmati pesta yang sama.

Barangkali karena itulah Piala Dunia selalu memiliki daya tarik yang melampaui sepak bola itu sendiri. Keberadaannya menjadi ruang tempat manusia belajar bahwa kebersamaan tidak harus dibangun di atas keseragaman.

Brasil Tetap Brasil

Pada akhirnya, Piala Dunia memang akan melahirkan satu juara.
Mungkin juaranya sesuai perkiraan. Mungkin juga tidak. Statistik bisa benar, bisa pula keliru. Simulasi komputer dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Namun dukungan para pendukung biasanya tidak berubah secepat itu.

Ketika turnamen ini berakhir, saya mungkin akan bergembira jika Brasil menjadi juara. Saya juga mungkin akan kecewa jika mereka tersingkir. Tetapi apa pun hasilnya, ketika Piala Dunia berikutnya datang, besar kemungkinan saya akan kembali mendukung tim yang sama.

Baca juga :  DPC PDI Perjuangan Luwu Utara, Bawa Sembako ke Kediaman Diki di Mario

Bukan karena peluangnya paling besar. Bukan karena statistik menjaminnya. Melainkan karena sejak dulu saya memilihnya. Karena itu, bagi saya, Brasil tetap Brasil. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!