Sebagai salah satu dari 3 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui secara nasional, Pj Bupati TR mengharapkan pesta adat Ma’rimpa Salo ini dapat dipromosikan secara intens agar dikenal lebih luas oleh khalayak masyarakat.
“Olehnya itu, diperlukan dukungan dari segenap stakeholder terkait, termasuk masyarakat di Desa Bua ini untuk senantiasa berperan aktif dalam pelaksanaan maupun promosi pesta adat budaya Ma’rimpa Salo. Serta dapat mengemas kegiatan ini agar dapat menarik untuk dikunjungi wisatawan,” pesannya.
Setelah menyampaikan sambutan, Pj Bupati Sinjai bersama para pejabat yang hadir dan masyarakat Desa Bua dan Desa Sanjai kemudian beranjak menuju perahu yang telah disiapkan untuk mengikuti prosesi atau tradisi menghalau ikan dari hulu hingga muara Sungai Appareng.
Tradisi kebudayaan tersebut disaksikan oleh ratusan masyarakat setempat, maupun para pelajar dan wisatawan yang hadir dari luar daerah.
Sekedar diketahui, pesta adat Ma’rimpa Salo digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen ikan atau “mappaenre bale” dan juga hasil panen sawah dan kebun. (Aan)

