Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat Hilang

Ramzy
Ramzy 257 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAROS — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan jajaran Polda Sulsel bergerak cepat memaksimalkan pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros–Pangkep, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Informasi awal mengenai hilangnya kontak pesawat bernomor registrasi PK-THT tersebut diterima Polda Sulsel dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Menindaklanjuti laporan itu, Polda Sulsel segera mengerahkan personel Polres Maros dan Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Direktorat Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya. Tim gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir pesawat melakukan kontak.

Untuk memperkuat operasi di lapangan, Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat adanya pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Hingga Sabtu malam, keberadaan pesawat belum berhasil ditemukan. Proses pencarian mengalami kendala cuaca berkabut disertai hujan gerimis serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Dengan pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dijadwalkan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Selain itu, posko pendukung juga didirikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Fokus pencarian diarahkan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.

Baca juga :  Sri Widiyati Harap Momentum HKG PKK Jadi Upaya Nyata Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Kapolda Sulsel menjelaskan sejak awal pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu. Langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, telah dilakukan guna mendukung kelancaran operasi pencarian.

Selain itu, RS Bhayangkara Makassar ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk keperluan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dengan personel khusus yang telah disiapkan.

Polda Sulsel memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan serta kemampuan terbaik akan dikerahkan untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan memperhatikan perkembangan cuaca serta kondisi medan di lokasi operasi. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!