Ia menjelaskan, Pra-Musrenbang bertujuan menampung aspirasi masyarakat, menggali kebutuhan dan permasalahan di tingkat desa, serta mengidentifikasi potensi wilayah yang dapat dikembangkan. Selain itu, forum ini juga berfungsi menyusun skala prioritas kegiatan pembangunan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan.
“Hasil Pra-Musrenbang ini menjadi bahan utama pembahasan pada Musrenbang desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yulius juga mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat Tomoni Timur untuk ikut menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Kabupaten Luwu Timur yang akan berlangsung pada 8–14 Februari 2026 di Lapangan Batara Guru, Desa Kertoraharjo.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam defile kafilah, yang akan menampilkan keberagaman lintas suku dan agama sebagai simbol kemajemukan dan persatuan masyarakat Tomoni Timur.
“Partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi di Tomoni Timur,” kata Yulius. (#)

