Prof. Munirah Hasjim dan Mimpi Besar Menjadikan Perpustakaan Unhas “Rumah Para Pencari Ilmu”

Ramzy
Ramzy 349 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR - “Selama ini, mungkin perpustakaan hanya dianggap sebagai tempat membaca buku, meminjam dan mengembalikannya, atau sekadar ruang singgah saat jeda kuliah. Padahal, ada banyak hal yang sebenarnya bisa ditemukan di Perpustakaan Unhas ini.”

Kalimat itu meluncur tenang dari Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, S.S., M.Hum., Kepala Perpustakaan Unhas, saat ditemui di Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026. Nada bicaranya lembut, tetapi visinya tegas: perpustakaan bukan sekadar ruang sunyi penuh rak buku, melainkan rumah bagi para pencari ilmu.

Belum lama ini, Guru Besar Bidang Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tersebut dipercaya memimpin Perpustakaan Unhas untuk periode 2026–2030. Perempuan kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, 10 Mei 1971, itu dilantik oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., pada 9 Februari 2026, menggantikan Dr. Fierenziana G. Junus, M.Hum.

Dalam perbincangan hangat bersama penulis dan penggiat literasi Rusdin Tompo, Prof. Munirah didampingi Andi Milu Marguna, S.Sos., M.M. (Ketua Divisi Pengembangan Pustakawan, Kerja Sama, dan Pengelolaan Informasi), Andi Nasri Abduh, S.Sos., M.Hum. (Humas Perpustakaan Unhas), serta Nurul Fitrihasari R. Diskusi sore itu tak sekadar berbicara soal buku, tetapi tentang masa depan literasi kampus.

Branding: Rumah Para Pencari Ilmu

“Kami sudah membuat branding Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu. Artinya, kalaupun referensi yang dicari belum tersedia secara fisik, orang bisa datang, berdiskusi, dan berjumpa dengan berbagai latar belakang. Di situ terjadi silaturahmi literasi,” paparnya.

Bagi Prof. Munirah, perpustakaan harus hidup. Ia berkomitmen membenahi ruang-ruang layanan, memperbaiki fasilitas pendukung, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, literasi, dan riset berbasis inovasi serta teknologi digital.

Baca juga :  Kepsek SMA Negeri 1 Manado Diduga Usir Murid Keluar Kelas, Pusung : Tidak Sejalan Visi Misi Gubernur

Perpustakaan, menurutnya, bukan hanya memfasilitasi peminjaman buku, tetapi juga membantu penelusuran referensi cetak dan digital, termasuk jurnal-jurnal internasional yang dapat diakses dengan mudah. “Itu sebabnya kami menegaskan branding ini. Perpustakaan harus menjadi rumah,” tegasnya.

Sudah Unggul, Tinggal Dioptimalkan

Secara kualitas, Perpustakaan Unhas telah meraih Akreditasi A. Dari sisi layanan, ketersediaan referensi, hingga tata kelola, semuanya berada pada kategori unggul. Namun, Prof. Munirah tak ingin cepat berpuas diri.

Ia mengakui masih banyak sudut atau corner perpustakaan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, di sanalah potensi pembelajaran lintas budaya terbuka lebar.

Di area Perpustakaan Unhas terdapat tujuh corner internasional dan tematik, yakni Korean Corner, France Corner, Mandarin Corner, Japan Corner, Germany Corner, Unhasiana Corner, Inclusive/Braille Corner, serta BI Corner.

Unhasiana Corner memuat koleksi deposit karya dosen dan guru besar Unhas. Inclusive/Braille Corner diperuntukkan bagi mahasiswa difabel atau berkebutuhan khusus. Sementara corner internasional memungkinkan mahasiswa belajar tentang budaya Korea, Jepang, Prancis, Tiongkok, dan Jerman dalam satu ruang yang sama.

“Semua ini harus disinergikan agar benar-benar menjadi bahan pembelajaran,” ujarnya.

Koleksi dan Akses Digital

Dari sisi koleksi, Perpustakaan Unhas memiliki 79.988 judul buku cetak dengan total 131.629 eksemplar, termasuk koleksi di seluruh perpustakaan fakultas. Selain itu, tersedia 137 konten digital.

Untuk akses digital, perpustakaan melanggan ScienceDirect, EBSCOHost, dan KUBUKU. Kerja sama juga terjalin dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sehingga sivitas akademika dapat mengakses koleksi digital yang dilanggan Perpusnas.

Data kunjungan per 2 Maret 2026 mencatat 42.893 pengunjung non-anggota dan 115.723 anggota. Angka yang menunjukkan bahwa perpustakaan tetap menjadi magnet, di tengah arus informasi serbadigital.

Festival Literasi dan Kolaborasi
Sebagai langkah awal inovasi, Prof. Munirah merancang sejumlah agenda kolaboratif. Dalam rangka Hari Buku Nasional, misalnya, Perpustakaan Unhas akan menggelar Pekan Literasi yang dikemas dalam bentuk festival—dengan pameran dan bazar buku, serta melibatkan penulis, penerbit, penggiat literasi, hingga komunitas.

Baca juga :  Refleksi Akhir Tahun PSP Angkatan 3 Di Enrekang

Baginya, kunci kemajuan adalah sinergi. Semua pemangku kepentingan harus saling mendukung untuk membudayakan kegemaran membaca.

“Kami punya tempat yang luas dan sarana yang memadai. Karena itu, kami akan merangkul semua pihak demi memajukan Perpustakaan Unhas dan menguatkan gerakan literasi kampus,” pungkasnya.

Di tangan Prof. Munirah Hasjim, perpustakaan tak lagi sekadar bangunan penuh rak dan katalog. Ia ingin menjadikannya ruang perjumpaan gagasan—rumah yang selalu terbuka bagi siapa pun yang datang membawa rasa ingin tahu. ( ab )

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!