Tak hanya soal fisik lapangan, Basri yang kini juga menjabat sebagai Ketua PW Asosiasi Arsiparis Indonesia tersebut memuji kreativitas panitia dalam menyusun buku panduan Porsenijar 2026. Buku tersebut dinilai sangat informatif karena turut mengulas sejarah singkat Kabupaten Sidrap, kisah perjuangan Nene Mallomo, peta lokasi wisata, kawasan perkantoran, hingga panduan kuliner lokal.
”Dikemas cukup apik dalam satu buku, jadi mirip buku panduan wisata. Saya akui Pak Bupati adalah Event Organizer (EO) yang hebat untuk ajang bergengsi seperti ini,” ulasnya penuh kagum.
Di sela-sela pujiannya terhadap persiapan Porsenijar, Basri juga menyoroti capaian luar biasa satu tahun pemerintahan pasangan Syaharuddin Alrif dan Nur Kana’ah, khususnya di sektor ekonomi.
”Dari peringkat 21 di Sulsel pada tahun 2024, Sidrap melonjak ke peringkat 1 pada tahun 2025 dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 7,71 persen. Bahkan tadi saya dengar tahun ini diproyeksikan bisa menembus 8 persen. Ini tentu bukan pekerjaan mudah. Pemimpinnya pasti memiliki kreativitas dan visi yang sangat tinggi dalam mengelola pemerintahan,” urai Basri.
Sebagai bentuk perhatian nyata kepada para peserta, Bupati Sidrap juga mengumumkan kebijakan khusus berupa pemberian bantuan telur dan beras untuk setiap kontingen dari kabupaten/kota selama bertanding di Sidrap.
”Ini merupakan salah satu terobosan luar biasa untuk Porsenijar PGRI 2026. Terakhir, kita tunggu saja kejutan menarik apa lagi yang akan diberikan oleh Bupati Sidrap untuk keluarga besar PGRI,” pungkasnya. ( Ardhy M Basir )

